breaking news

Bencana Banjir & Luapan Danau Paniai

Agustus 26th, 2017 | by Humas Paniai
Bencana Banjir & Luapan Danau Paniai
Berita

“Lebih dari 1 bulan yakni di pertengahan Juli – Agustus 2017, air masih saja terus menggenangi ratusan rumah warga dan kebun di kabupaten Paniai. Tergenangnya air ini akibat banjir dan luapan air Danau Paniai. Ini disebabkan hujan yang masih saja terus mengguyur seantero wilayah di kabupaten Paniai kurang lebih dari Juni hingga Agustus 2017”.

Bencana ini tidak seperti tahun tahun sebelumnya dimana tahun ini musibah banjir dan meluapnya air Danau Paniai ini sangat mengkwatirkan warga yang bermukim di tepian Danau Paniai seperti distri Paniai Timur, Obano, Yagai, Teluk Deya, Kebo, Topiyai, Ekadide, Wege Bino, Wege Muka, Muye dan di distrik Deiyai Miyo.

Di beberapa wilayah tersebut cukup parah banjir maupun luapan Danau Paniai cukup tinggi setinggi lutut hingga paha orang dewasa. Ada juga dibeberapa distrik air naik hingga 2 meter merendami pemukiman serta kebun warga. tak hanya itu air juga merendami layanan publik seperti puskesmas, sekolah dan gereja.

Puluhan Rumah di kampung Ugibutu Paniai Timur tergenang air (minggu, 310717)Seperti halnya di kampung Ugibutu dan Kogekotu di distrik Paniai Timur mengalami hal yang sama. Air danau naik hingga ke rumah rumah warga dan menutupi badan jalan setinggi lutut hingga paha orang dewasa. Warga di dua kampung tersebut kesulitan untuk melakukan aktivitas karena rumah maupun jalan mereka direndami air. Satu satunya cara warga untuk menyebrangi badan jalan yang tertutup air dengan menggunakan perahu kayu. Ada juga yang terpaksa menempuh jalan di dalam air.

Warga Kogekotu. Natan Kayame nuturkan, kejadian ini tidak seperti tahun tahun sebelumnya, dimana naiknya air danau Panai kali ini cukup tinggi. Dikatakan sudah dua minggu warga di dua kampung tersebut terrendam air, (02/08).

“Sekitar 200 rumah yang terrendam air karena hujan terus menerus dari pagi sampai pagi. Maka, di kampung Kogekotu dari Ibumomaida sampai di bobaigo itu terrendam air karena hujan terus. Hujan kurang lebih sudah berapa lama? sudah dua bulan”. Tuturnya

Banjir dan naiknya air danau juga tak hanya merendami rumah warga namun juga, merendami ratusan hektar kebun warga hingga mengakibatkan gagal panen seperti petatas, tebu, pisang, keladi yang merupakan sumber makanan pokok warga di genangi air.

Hal senada juga disampaikan kepala distrik Topiyai. Benni Degei saat ditemui http://humas,paniai.go.id di Enarotali. (09 Agustus 2017). Dia mengatakan, Fasilitas Layanan  Umum seperti Sekolah, Kantor, Jalan, Puskesmas dan Gereja lumpuh total di wilayah yang dipimpinnya itu.

Kadistrik Benni mengatakan, wilayah yang dipimpinnya itu hingga kini lumpuh total kurang lebih hampir sebulan lamanya. Kata dia, Warga di distrik Topiyai tak beraktifitas sama sekali karena semua fasilitas public di genagi air.

Kantor Distrik Topiyai digenangi air“Distrik Topiyai sedang tenggelam, dan 2 Gereja yaitu Gereja Kingmi dan Katolik sudah tergengan air, diatas lantai itu sudah tergenang sampai satu meter lebih. Jalan raya yang dibangun PT Moderen ini sudah tenggelam sampe 2 meter lebih. 2 SD sudah tenggelam, SD Impres Eyakitaida dan Puskesmas sudah tenggelam adalah Puskesmas Obaipugaida”.

Kepala Distrik Topiyai Benni Degei menambahkan, banjir juga tak hanya menggenangi fasilitas layanan public namun juga, menggenangi ratusan rumah warga serta kebun dan ternak hancur akibat bencana alam ini.

Dia meminta dan sangat berharap sekali kepada Pemerintah Kabupaten Paniai, Propinsi Papua dan Pusat agar dapat Partisipatif dan peduli akan bencana Alam yang menimpa wilayahnya.

Ditambahkan Benni, bahkan 2 warga kampung di distrik Topiyai telah mengugsi ke tepat yang lebih tinggi lantaran ratusan rumah mereka tergenang air. Dijelaskan, ini memang bencana yang sangat meringgus jiwa. Semuanya habis tertelan air.

****

Melihat kondisi ini terkesan pemerintah menutup mata oleh warga korban bencana. Hal ini menyebabkan ratusan warga korban banjir dan luapan air Danau Paniai melakukan aksi menuntut kepedulian Pemerintah Daerah Paniai atas musibah yang menimpa rumah serta kebun mereka. 

Mereka menuding Pemkab Paniai sama sekali tak memiliki kepedulian terhadap rakyatnya yang mana terkena bencana alam tersebut. Hal ini disampaikan orator aksi Imbertus Pigai saat melakukan aksi jalan dari Kota Enarotali hingga ke pusat Pemerintah Kabupaten Paniai di Madi. Sebelumnya,  mereka menggelar aksi menuntut kepedulian Pemkab Paniai di kantor Badan Penanggulangan Bencana di jantung kota Enarotali tadi padi. (Senin, 07 Agustus 2017).

Ratusan warga korban luapan air Danau Paniai menggelar aksi jalan dari kota Enarotali menuju MadiMasa yang tergabung dalam solidaritas peduli bencana banjir dan luapa air Danau Paniai menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Paniai hendak menuntut perhatian perwakilan rakyat agar mendesak pemerintah untuk segera memperhatikan warga yang terkena bencana. Tak dapat solusi masa ini lansung menuju kantor Bupati Paniai menuntut hal yang sama agar Pemerintah Daerah dapat memperhatikan kesusahan rakyatnya paska bencana tersebut.

Sementara, Pemkab Paniai tak menutupi mata untuk musibah yang menimpa warganya. Sabtu 05 Agustus 2017, Pemkab Paniai melalui Dinas Sosial telah memberikan bantuan berupa beras kepada warga  yang diserahkan secara simbolis di Distrik Ekadide dan Topiyai oleh Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Paniai Jengko Pigome. Pemberiaan bantuan ini diberikan kepada warga di distrik Ekadide dan Topiyai di bagian timur Paniai.

Jengko mengatakan, bantuan ini diberikan mengantisipasi kekurangan pangan warga yang disebabkan banjir dan luapan air danau sehingga menyebabkan gagal panen seperti petatas, keladi dan pisang yang merupakan sumber makanan pokok warga menjadi busuk dan tak layak dikonsumsi lagi.

“Ada 6 kampung tenggelam dalam air. Ini kondisi sangat memprihatinkan. Sehingga langkah pertama pemerintah daerah telah membawa bantuan 3 ton beras bersih di 6 kampung”.

Kadis Sosial Paniai. Jengko Pigome saat memberikan keterangan ke awak media di distrik EkadidDikatakan Kadinsos Jengko, untuk distrik Ekadide ada 6 kampung, perkampung diberikan bantuan beras sebanyak 15 karung. Dan untuk distrik Topiyai diberikan 20 karung beras di 3 kampung yang berada di distrik tersebut.

Kadinsos Paniai Jengko Pigome menambahkan, pihaknya juga secara menyeluruh akan memberikan bantuan di beberapa distrik yang di genangi luapan air Danau Paniai seperti Obano, Paniai Timur, Muye, Teluk Deya, Kebo, Yagai, Nakama dan di distrik Deiyai Miyo.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Paniai, Kepala Dinas Sosial. Jengko Pigome meminta dan berharap kepada semua pihak agar dapat partisipatif dan peduli dengan bencana alam yang menimpah hampir seluruh wilayah di kabupaten Paniai.

“Musibah ini sudah hampir satu bulan mereka alami dan sekolah ini sudah tergenang air. Sehingga kami berharap selain pemerintah daerah, pemerintah Propinsi, pusat, dinas terkait kita harus bersatu memperhatikan serius terhadap kondisi yang sedang terjadi”.

Sedikitnya 8 ton beras yang diberikan Pemerintah kabupaten Paniai mana mungkin dapat memenuhi ribuan warga Paniai yang mengalami  musibah ini, sehingga bantuan tersebut memang tak cukup bagi warga korban Banjir dan luapan Danau Paniai.

****

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Paniai. Nahum Tebai mengatakan, ini memang musibah yang cukup parah karena becana kali ini tidak seperti lalu lalu. Berdasarkan pendataan di lapangan oleh pihaknya dikatakan, ada beberapa distrik yang benar benar mengakibatkan lupuh total layanan public akibat musibah ini.

“Yang Paling Parah itu distrik Ekadide, Topiyai, sebagian Yagai, Muye. Beberapa distrik ini memang lupuh total karena Sekolah, Gereja, Puskesmas dan kantor kantro distrik digenangi air setinggi 1 Meter.

Mengantisipasi gagal panen akibat banjir dan luapan air Danau sehingga menyebabkan tanaman rusak dan tak layak dikomsi lagi, Bupati Paniai. Hengki Kayame telah memerintahkan beberapa Instansi terkait guna menanggulangi musibah tersebut, (18 Agustus 2017).

Nampak warga kampung Ugibutu sekitar kaki bukit Bobaigo ada yang menggunakan perahu kayu dan ada juga yang berjalan kaki (310717)“Saya sudah memerintahkan semua instansi terkait untuk turun ke semua tempat tempat yang digenangi air lalu ambil tindakan untuk mengantisipasi paska bencana ini”. Katanya, usai memberikan paket persalinan di Puskesmas Enarotali.

Selasa, 22 Agustus 2017, Kepala badan Penanggulangan Bencana Daerah Paniai. Nahum Tebai saat ditemui http://humas,paniai.go.id mengatakan, pihaknya sudah koordinasi ke gudang logistic Nabire untuk mengeluarkan beras 100 Ton.

“Saat ini ada 50 Ton beras yang sudah ada dan sebagiannya sedang dalam perjalanan dari Nabire ke Enarotali. Untuk penyalurannya kami akan kerahkan seluruh tim di BPBD guna memprioritaskan titik titik warga yang benar benar kebun mereka terrendam banjir”.

Ditambahkan Nahum, untuk 50 ton beras lainya masih ada di gudang dolog Nabire. Kata dia, sengaja belum di bawa naik karena akan diberikan ke warga secara bertahap.

“Yang ada di gudang sekarang akan kami kerahkan dalam waktu dekat ini. Sementara 50 ton beras yang ada di Nabire guna mengantisipasi untuk 1 atau 2 bulan ke depan. Inikan semua tanaman hancur. Sehingga, 50 ton lainya kami akan suplai dibeberapa bulan ke depan.

Nampak jelas beberapa kampung di lembah weya di distrik Paniai Timur regenang airPemerintah Kabupaten Paniai, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung DPMK Paniai akan mengalihkan Anggaran Pendapatan Belanja Kampung APBK Perubahan focus untuk merehabilitasi paska banjir dan luapan Danau Paniai. Hal ini disampaikan Kepala DPMK Paniai. Thomas Yeimo usai mengunjungi beberapa distrik dan kampung di pelabuhan Ibumomaida pada Jumat, 04 Agustus 2017.

“Ya, kondisi ini memang sangat memprihatinkan sekali karena benar benar musibah ini cukup sangat disayangkan. Sehingga, kami dari Pemkab Paniai dalam hal ini DPMK akan mengalihkan RAB yang telah ada di APBK Perubahan nanti ke penanggulangan dampak bencana ini”.

Akibat curah hujan yang cukup tinggi diseantero wilayah kabupaten Paniai kurang lebih di Juni hingga Agustus 2017. Hal ini mengakibatkan banjir serta luapan air danau Paniai. Banjir dan meluapnya Danau Panai ini menggenangi ratusan rumah dan kebun warga di seluruh tepian danau Paniai. Hingga berita ini diturunkan, intensitas hujan masih saja terjadi di kabupaten Paniai namun tidak selebat dua bulan lalu. (NP)

Komentar