breaking news

Danau Paniai Meluap, Ratusan Rumah Warga Tergenang Air

Juli 31st, 2017 | by Humas Paniai
Danau Paniai Meluap, Ratusan Rumah Warga Tergenang Air
Berita

HUMAS PANIAI, Enarotali – Ratusan rumah warga kampung Ugibutu dan Kogekotu di distrik Paniai Timur terrendam air setinggi 1 meter. Hal ini disebabkan naiknya air Danau Paniai akibat hujan yang terus mengguyur kota Enarotali dan sekitarnya dalam kurun waktu dua bulan terakhir yakni dari Juni hingga Juli 2017.

Air danau naik hingga ke rumah rumah warga dan menutupi badan jalan setinggi lutut hingga paha orang dewasa. Warga di dua kampung tersebut kesulitan untuk melakukan aktivitas karena rumah maupun jalan mereka direndami air.

Satu satunya cara warga untuk menyebrangi badan jalan yang tertutup air dengan menggunakan perahu kayu. Ada juga yang terpaksa menempuh jalan di dalam air. Pemandangan ini terlihat jelas di kampung Ugibutu dibawah kaki bukit Bobaigo, Paniai.

Warga Kogekotu. Natai Kayame nuturkan, kejadian ini tidak seperti tahun tahun sebelumnya, dimana naiknya air danau Panai kali ini cukup tinggi. Dikatakan sudah dua minggu warga di dua kampung tersebut terrendam air. (Minggu, 31 Juli 2917).7u ;

“ Sekitar 200 rumah yang terrendam air karena hujan terus menerus dari pagi sampai pagi. Maka, di kampung Kogekotu dari Ibumomaida sampai di bobaigo itu terrendam air karena hujan terus. Hujan kurang lebih sudah berapa lama ? sudah dua bulan. Tuturnya

Naiknya air Danau Paniai ini juga tak hanya merendami rumah warga di kamping Ugibutu dan Kogekotu. Namun juga, air merendami sebagian rumah warga di kampung Awabutu dan Aikai.

Dikabarkan warga beberapa kampung yang berada ditepian danau Paniai ini juga mengalami hal yang sama. Sehingga, dipastikan naiknya air danau Paniai ini juga merendami rumah warga di tepian danau Paniai seperti di distrik Paniai Barat, Muye, Nakama, Teluk Deya, Kebo dan willayah wilayah di tepian danau Paniai.

Naiknya air danau ini juga tak hanya menggenangi rumah warga namun merendami ratusan hektar kebun warga hingga mengakibatkan gagal panen. Seperti petatas, tebu, pisang, keladi yang merupakan sumber makanan pokok warga. ini diungkap beberapa warga saat ditemui http://humas.paniai.go.id/. (NP)

Komentar