breaking news

Cari Solusi Atasi Pembangunan Jalan Macet di Nakama

Maret 7th, 2017 | by Humas Paniai
Cari Solusi Atasi Pembangunan Jalan Macet di Nakama
Kabar dari Kampung

HUMAS PANIAI, Nakama – Terkait dengan macetnya pembangunan jalan di Distrik Nakama, Kepala Distrik,Kepala Kampung dan masyarakat yang ada di Distrik Nakama selenggarakan musyawarah (pertemuan). Musyawarah tersebut di laksanakan hari sabtu 4 Maret 2017, guna mencari solusi terbaik antara pihak Pemerintah Kabupaten Paniai, Masyarakat dan pihak perusahaan.

Dalam pertemuan tersebut di hadiri oleh, Kepala Distrik Nakama, Sefanya Pigome,S.Kom, Kadispora Paniai, Yahya Tebai,SPd, Kepala BPBD Paniai, Nahum Tebai dan masyarakat yang ada di 8 Kampung, Distrik Nakama.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Paniai,Nahum Tebai, saat pertemuan mengatakan, Distrik Nakama yang semula 2 Kampung namun sekarang sudah di mekarkan menjadi 8 kampung.untuk itu, Kami minta supaya kalau ada musyawarah begini harus melibatkan semua masyarakat,sehingga apa yang di putuskan dalam musyawarah semua mengetahuinya, sehingga tidak ada salah paham di antara masyarakat di daerah ini, karena yang kita bicarakan sekarang ini adalah masalah tanah dan material, katanya.

“Selain itu juga saya datang bersama staf  kesini adalah misi kemanusiaan, karena kami adalah Badan Penanggulangan Bencana. Itulah tugas kewajiban kami yang kami harus jalankan per Distrik di Paniai”. Jelasnya.

Nahum Tebai juga mengharapkan bahwa semoga apa yang di putuskan dalam musyawarah ini dapat mengakomodir keinginan masyarakat sehingga pembangunan yang semula, macet dapat berjalan, harapnya.

Tokoh pemuda, Nason Pigome pada kesempatan itu juga mengatakan, akibat tidak ada sosialisasi dari pihak perusahaan yang membangun proyek jalan, kami masyarakat menjadi korban “saling benci antara satu sama lain”. Artinya bahwa, kalau ada proyek seperti itu harus ada penjelasan dari pihak perusahaan sehingga masyarakat tidak terka-terka dengan hak ulayat mereka.

“Jadi  disini saya mewakili masyarakat yang ada di Distrik Nakama mau bilang bahwa kalau bisa dalam waktu dekat ini harus ada kesepakatan antara pihak perusahaan dengan masyarakat yang di fasilitasi Pemerintah. Kalau tidak ada kesepakatan nanti proyek yang ada macet terus. Kami masyarakat yang ada di Distrik Nakama tidak melarang proyek jalan terebut tetapi, harus ada kesepakatan yang mengikat antara pihak perusahaan dengan masyarakat. Yang lebih tegas lagi bahwa pihak perusahaan harus membayar ganti rugi dengan kesepakatan yang ada, itu himbauan saya. Dan saya juga mau ingatkan bahwa ukuran ganti rugi yang di bayarkan harus sama,jangan di beda-bedakan”. Kata Nason Pigome.

Semua kesepakatan yang di ambil dalam musyawarah Distrik Nakama tersebut tentunya menjadi suatu tanggung jawab pemerintah daerah untuk memfasilitasi pertemuan antara masyarakat dengan pihak perusahaan. (Bonauwa)

Komentar