breaking news

Luapan Air Danau Paniai Mulai Turun

September 14th, 2017 | by Humas Paniai
Luapan Air Danau Paniai  Mulai Turun
Kabar dari Kampung

HUMAS PANIAI, Enarotali – Luapan air Danau Paniai mulai turun. Ini terlihat jelas di kampung Iyabutu, Ugibutu dan di kampung Kogekotu distrik Paniai Timur, Papua. Setelah sebelumnya, di tiga kampong tersebut direndami air 2 bulan lamannya.

Beberapa warga yang dijumpai http://humas.paniai.go.id menyatakan hal yang sama namun, turunnya luapan air danau paniai ini tiap kampong berbeda.

Seperti dituturkan warga kampung Iyabutu. Abutika, sudah seminggu luapan air Danau Paniai mulai surut. Kata dia, mereka sudah menempati rumah mereka kembali sejak kamis pecan lalu. Sebelumnya mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi bersama kerabat keluarga mereka.

Abutika mengisahkan, hampir dua bulan mereka terpaksa menumpang di rumah kerabat keluarga lantaran air danau naik satu meter lebih di lokasi dimana mereka bermukim.

“Bagaimana kondisi air Danau sekarang? Ya sekarang air agak turun. Tapi, kemarin kemarin 6 rumah yang tenggelam betul, Kita tinggal taruh meja baru tidur diatas. berapa KK yang ada disitu? 8 KK di kompleeks. Air turun sudah berapa lama? sudah menjelang satu minggu lebih. Bagaimana setelah terjadi bencana ini tanaman seperti tebu, petatas dan keladi ? semuanya hancur.

Hal senada juga disampaikan Yulita Pigai, warga kampong Ugibutu. Dia menuturkan, dikampung mereka air danau  mulai turun sejak 4 hari lalu atau di hari Rabu pekan kemarin. Kata dia kepada http://humas.paniai.go.id kemarin sore. Minggu, 10 September 2017

Sebelumnya, selama 2 bulan air danau Paniai naik merendami puluhan rumah dan kebun warga di pertengahan Juli – September ini.

“Sudah 4 hari air turun. Sebelumnya air rendam berapa lama di kampung ini? sudah 2 bulan. Bagaimana kondisi kebun warga? ini air naik tidak panen juga, semua terrendam”.

Air juga tak hanya merendami rumah dan kebun warga namun, luapan air Danau Paniai ini juga menutup badan jalan di kampung tersebut. Sehingga, warga dikampung Ugibutu menggunakan perahu kayu sebagai satu satunya trasportasi keluar masuk kampong. Ada juga yang terpaksa menempuh jalan dalam air.

Melihat kondisi ini, sungguh sangat meringgus jiwa. Bencana alam tahun ini cukup parah. Diperkirakan 1 atau 2 bulan kedepan tak ada persiapan pangan warga karena petatas dan keladi menjadi busuk dan tak layak dikonsumsi lagi.

Mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Paniai menyediakan 100 ton beras. Senin dan selasa pecan kemarin di tanggal 4-5 Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Paniai telah menyalurkan 51 ton beras ke warga terkena luapan banjir dan air danau Paniai. Sementara untuk 49 ton lainya akan diberikan di bulan besok. Ini dilakukan pemkab Paniai mengantisipasi kekurangan pangan warga.

Bencana banjir dan luapan Danau Paniai ini terjadi diseantero wilayah kabupaten Paniai kurang lebih selama 2 bulan yakni di pertengahan Juli hingga awar Sepetember. Ini akibat hujan  terus mengguyur Paniai selama 3 bulan yakni di Juni hingga masuk di bulan ini. Hingga berita ini diturnkan hujan masih saja terjadi namun tidak selebat sebelumnya.

 

Komentar