breaking news

Rp. 6 Milyar, Pemkab Paniai Bantu Gereja

April 13th, 2017 | by Humas Paniai
Rp. 6 Milyar, Pemkab Paniai Bantu Gereja
Mental Spiritual

HUMAS PANIAI, Madi – Pemerintah Kabupaten Paniai memberikan bantuan dana sebesar Rp. 6 Milyar untuk pembangunan 10 gedung Gereja di daerah itu. Pemberian bantuan tersebut diberikan melalui rekening tabungan Bank Papua cabang Enarotali. Penyerahan bantuan dana hibah ini dilaksanakan di aula kantor Bupati Paniai pada Sabtu, 08 April 2017.

Bupati Paniai. Hengki Kayame menyebut, ke 10 gereja yang dibantu yakni pembangunan gedung Gereja Katolik Paroki Santo Yusuf Epouto, Gereja Kingmi Jemaat Eklesia Enarotali dan Paroki Salib Suci Madi serta  gedung Gereja Kingmi Ikotu Obano. Masing masing diberikan bantuan dana  sebesar Rp. 1 Milyar. Sementara, untuk pembangunan gedung gereja Kingmi Sion Uwamani dan Ebenezer Aikai, masing masing diberikan bantuan sebesar Rp. 500 juta.

Lanjut Bupati Hengki, Untuk pembangunan gedung Gereja Katolik Detawo dan Pugaida serta GKI Madi diberikan bantuan sebesar Rp. 200 Juta. Dan untuk Pembangunan Gedung Gereja Kingmi Obaidagi serta beberapa gedung gereja lainnya akan diberikan bantuan rata rata sebesar Rp. 100 Juta.

“Ketika kami dapat dana bantuan Otsus untuk tahun anggaran 2017, dan kami bagi dalam pasal untuk bantuan gereja dapat sebesar Rp. 6 Milyar. Kami datang menyelesaikan dan menyerahkan kepada Panitia pembangunan Gereja barsama Pendeta dan Pastor ditempat ini dalam bentuk tabungan Bank Papua yang kami sudah stor ke bank, hanya buku rekening yang kami mau menyerahkan”.

Ditambahkan Bupati Kayame, Dana hibah untuk pembangunan 10 gedung gereja diberikan Pemerintah kabupaten Paniai melalui pos dana Otsus Papua tahun 2017. Pemberian bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk dari programnya yang tertuang dalam Visi Paniai Sejahterah yakni menciptakan masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Nampak GKIP Kingmi, Jemaat Eklesia  Enarotali“Kami tidak bisa serahkan berupa uang tapi, uang itu berurusan dengan bendahara dan Bank Papua. Setelah berita acara dan tanda terima nanti bukti tanda terimanya ketemu dengan bendahara ini agar ditanda tangani berita acara dan dapat mengambil uang di bank. Dan yang belum masukan Proposal segera masukan proposalnya”.

Mewakili Penerima Bantuan Gereja. Zeth Yeimo memberikan apresiasi dan menyampaikan banyak terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Paniai yang mana sangat peduli terhadap pembangunan mental spiritual bagi warga gereja di kabupaten Paniai.

Diakui Zeth, bantuan yang diberikan Pemkab Paniai untuk gereja gereja yang berada di kabupaten Paniai, tak hanya di berikan ditahun ini saja. Namun kata dia, bantuan seperti ini juga tiap tahunnya diberikan oleh Pemkab Paniai.

“Ucapan terimakasih kepada Pemerintah yang mana membantu kami meringankan pembangunan gedung gereja untuk menyelesaikannya. Kami tetap doakan pemerintah supaya mereka bisa memimpin daerah ini dengan baik supaya ada peningkatan untuk membantu kepada gereja gereja yang belum terima bantuan di tahun tahun mendatang”.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Paniai. Herman Kayame menjelaskan, bantuan dana hibah yang diberikan oleh pemerintah berdasarkan permohonan di tahun lalu yang diberikan dalam tahun ini. Sementara untuk Proposal permohonan yang diajukan tahun 2017 akan dibantu di 2018.

Dia juga sangat berharap kepada penerima bantuan agar dapat menggunakan dana tersebut dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan penggunaan dana yang dipakai. Sehingga, hal ini dapat meringankan pihaknya dalam mempertanggungjawabkan bantuan yang diberikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan Negara.

“Dan kami minta juga kepada gereja gereja yang dapat bantuan tolong dibuat laporan yang baik, bukti butkti penggunaan juga dibuat dengan baik, sehingga dilaporkan kembali kepada pemerintah agar pemerintah juga bisa laporkan kepada pihak BPK yang akan memeriksa kami kedepan. Itu yang saya pesan kepada semua gereja gereja yang dapat bantuan dari pemerintah.

Permintaan ini disampaikan Kepala BPKAD Herman mengingat, ditahun sebelumnya pihak mengalami kesulitan dalam mempertanggungjawabkan laporan bantuan dana hibah kepada BPKRI.

Hal ini dikarenakan penerima bantuan tak memberikan laporan penggunaan dana hibah secara detail, sehigga ini menjadi temuan BPK saat memeriksa Laporan Kegiatan Pemerintah Daerah Paniai tiap tahunnya. (NP)

Komentar