breaking news

Danau Paniai Terindah di Duniai Namun Dilupakan

Danau Paniai Terindah di Duniai Namun Dilupakan

April 25th, 2015
Pariwisata

“Danau Paniai memiliki panorama alam yang begitu indah.Sayangnya tak dirawat degan baik. Padahal keindahannya diakui oleh utusan dari 157 negara ketika berlangsungnya Konferensi Danau Se-Dunia yang dihelat di India, 30 November 2007″.

Pagi yang cerah sekitar pukul 9:30, pertengahan Mei tahun 2014. Saya di ajak teman teman hendak memancing ikan di tepian danau yakni di bibir bukit Bobaigo. Hanya bermodalkan nelon dan mata kail, kami berempat tiba di tempat tujuan. Sampai tiba di tempat tujuan rencana awal batal karena kami sepakat untuk mendaki bukit Bobaigo hendak menikmati keindahan alam yang bisa dipandang.

Tebing yang cukup curam, karna kami mendaki dari bagian barat bukit tersebut. Biasa para wisatawan lokal maupun luar mendaki bukit Bobaigo dari arah timur karena jalan setapaknya telah terbentuk secara alami. Berbeda dengan kami, karena baru pertama kali merintisnya. Canda tawa menghiasa perjalanan hingga mencapai puncak bukit Bobaigo.

Jhon Tebai, Andeni Gobai dan Lukas Gobai saat hendak mendaki puncak Bukit Bobaigo

Tepat di puncak bukit Bobaigo, terbentang luas dipandangan mata Danau yang begitu memukau hatiku. Kami berempat duduk sambil menikmati indahnya alam Danau Paniai dan sekitarnya disaat hari libur tersebut. Dalam hatiku, saya hanya bisa mengagungkan betapa AjaibNya Tuhan Pencipta yang memberikan alam yang indah ini bagi kita.

Saya pernah mendengar dari cerita orang tua, kakak, teman teman dan juga merisetke google di internet, ternyata benar juga apa yang dikatakan orang tua dan kerabat kerabatku bahwa pada awalnya Danau Paniai ini dinamakan Wissel Meeren yang berarti jamak, karena ada empat danau di daerah Meeuwodide yakni Danau Paniai dan Tage di Kabupaten Paniai. Danau Tigi di Deiyai dan Danau Makamo di Kabupaten Dogiyai. Dikatakan Meuwodide karena mayoritas penduduk di tiga kabupaten tersebut berasal dari Suku Mee, ada juga suku Moni dan Wolani.Penamaan danau Wissel Meeren ini dinisbatkan kepada orang yang pertama kali menemukan keempat danau cantik tersebut pada tahun 1938, yaitu seorang pilot berkebangsaan Belanda bernama Wissel.

Pada saat itu, Wissel terbang melintasi pegunungan Pulau Papua (Irian ketika itu) dan melihat tiga danau yang memiliki pemandangan yang indah. Karena terpesona dengan keindahannya, Wissel memutuskan untuk mendarat dan menikmati eksotisme ketiga danau tersebut yakni danau Paniai, Tiga dan Tage dari dekat. Pada masa kolonial Belanda, nama Wissel Meerenlebih populer ketimbang Paniai. Wissel Meeren berasal dari Bahasa Belanda yang memiliki arti Danau-danau Wissel.

Danau ini terbentuk secara alami menunjukan panorama alam yang beragam, air danau yang biru, dan juga suasana sekitarnyayang asri, memberi cerita tersendiri bagisetiap wisatawan yang berkunjung ke sini. Terdapat bebatuan dan pasir di tepian danau, serta dikelilingi oleh tebing-tebing yang lumayan tinggi di tepiannya.

Danau Paniai terlihat dari arah barat

Bila di tengok kedalam danau ini, menyimpan aneka jenis ikan air tawar dan udang. Ada beberapa jenis hewan air yang hidup di dalamnya atau bisa dijumpai dari hasil tangkapan para nelayan yang ada disekitar pinggiran danau. Spesis hewan air yang hidup di dalamnya adalah Ikan nila (oreochromis niloticus), ikan mujair (oreochromis mossambicus), ikan mas/ikan karper (cyprinus carpio), ikan sembilan hitam, dan ikan belut (synbranchus) adalah di antara jenis ikan yang dapat dijumpai di danau ini, ada juga ikan gabus toraja.Sedangkan ikan pelangi (rainbow/melanotaenia ayamaruensis) merupakan biota Danau Paniai yang sering dicari oleh para nelayan dan para hobiis ikan hias karena bernilai ekonomi tinggi. Ikan tersebut kini semakin langkah ditemukan. Selain ikan ikan itu, ada juga udang di dalamnya.

Selain menikmati keeksotisan Danau Paniai dari puncak bukit bobaigo dan pinggiran danau, pelancong dapat mencoba suasana lain, seperti memancing atau menyewa perahu kepada penduduk sekitar untuk mengelilingi danau yang luas ini. Selain menikmati biru danau dan gemericik air yang dibelah laju perahu cepat, dapat pula melihat tumbuhan yang terdapat di danau ini, seperti enceng gondok (eichhmia crassipes), ganggang (algae), dan lain lainya.

Heru misalnya, salah satu tamu Pemda yang sempat berkunjung ke danau ini mengatakan, indahnya Danau ini ketika senja hari. Kata dia pemandagannya memikat hati karena melihat Perahu nelayan yang mulai menepi dan lalu-lalang speedboat dari balik bebukitan, serta burung-burung kecil yang terbang rendah sesekali menyambar air.

Bukit Bobaigo

“Bertamasya ke danau cantik ini tentu kurang lengkap bila belum menyambangi perkampungan Suku Mee dan Suku Moni, dua suku besar di sekitar danau tersebut yang menghuni dataran tinggi Paniai”. ucapnya terkesima 

Selain melihat rumah adat yang disebut Emawa dan keseharian mereka dari dekat, bila beruntung anda akan disuguhkan atraksi kesenian budaya setempat dan memperoleh souvenir khas dua suku tersebut sebagai oleh-oleh untuk keluarga atau kolega.

Dari ketinggian puncak bukit Bobaigo terlihat jelas bahwa pinggiranDanau Paniai terletak di beberapa distrik yaitu Paniai Timur, Paniai Barat dan distrik Kebo. Tepiannya tak terlihat rapih karena dihiasi dengan daratan tanjung yang berujung ke air danau, sehingga menambah panaroma alam di pinggiran Danau. Pemandangan ini menawan hati, karena memiliki panorama alam nan cantik, alami, dan terawat dengan baik.

Lokasi Danau Paniai berada di Kabupaten Paniai, tepatnya di posisi pegunungan tengah bagian barat Propinsi Papua. Selain itu, Kabupaten Paniai mempunyai potensi alam berupa tambang emas, hasil hutan, wisata alam dan budaya.

Tebing dipinggir danau Paniai

Wisata alam ini menyebar di beberapa Kecamatan atau Distrik yaitu distrik Paniai Timur, Paniai Barat dan di distrik Kebo. Sementara di danau Tage di distrik Yatamo, sedangkan Danau Tigi di Distrik Tigi, sekarang Kabupaten Deiyai. Dengan adanya ketiga kawasan lokasi wisata itu  menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Enarotali dan di beberapa distrik yang memiliki lokasi wilayahnya berada di tepian danau Paniai.

Agar dapat berkunjung ke Danau Paniai, dapat memulai perjalanan dari Kabupaten Nabire melalui jalur darat kurang lebih 8 Jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan Toyota Hilux, Mitshubisi Estrada, Fortuner, Inova, avansa dan lain lain .Biaya sekali carter berkisar 3 Juta rupiah sementara reguler taxi umum per orang 6 ratus ribu rupiah. Untuk jalur udara hanya bisamenggunakan pesawat berbadan kecil jenis Caravan atau Twin milik Maskapai Susi Air, Aviastar, MAF, AMA. Dengan biaya tiket Rp 1 – 1,5 Juta/ orang dari Nabire atau dari Kabupaten Timika.

Di kawasan Danau Paniai tersedia berbagai fasilitas, seperti pos jaga, pemandu wisata, dan pondok wisata. Persewaan perahudan  warung-warung kecil juga tersedia di sini.

Pulau Mayageya atau disebutPulau Kambing yangberada di Danau Paniai

Wisatawan yang ingin menginap, dapat menyewa rumah-rumah penduduk yang terdapat di sekitar danau atau berkemah di berbagai lokasi di kawasan tersebut. Sedangkan bagi wisatawan yang ingin memperoleh akomodasi yang lumayan lengkap, disarankan ke Kota Enarotali, ibu kota Kabupaten Paniai, disitu ada terdapat toko, pasar, rumah makan, rumah ibadah, kios serta hotel dan wisma dengan berbagai tipe.

Potensi Wisata Yang Belum Dilirik

Danau ini kini mendapat predikat  terbaik dan terindah di seluruh dunia. Predikat itu dinyatakan oleh 157 negara-negara pemilik danau di dunia pada Konferensi Danau se-Dunia di India pada 30 November 2007. Kini danau itu sudah memiliki Brand kelas dunia, tinggal bagaimana pemangku kewenangan setempat memanfaat kekayaan alam ini menjadi nilai tambah yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Danau yang luasnya 14.500 Ha, berada pada ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut (dpl), itu, tersimpan nilai-nilai seni budaya masyarakat setempat yaitu seni budaya Suku Mee dan Suku Moni. Terdapatnya bebatuan dan pasir di tepian danau, serta dikelilingi tebing-tebing yang lumayan tinggi, menambah daya tarik objek wisata andalan Kabupaten Paniai ini.

Terlihat Lembah Hijau Weya dan kampung Kogekotu bagian utara dari kota Enarotali, yang dapat memukau wisatawan saat mengunjung

Diawal Januari 2008, sejak ditetapkannya Danau Paniai terindah di dunia,Pemerintah kabupaten setempat gencar gencarnya mempromosikan daerahnya. Namun, tidak berlangsung lebih lama kemudian tidak ada lagi promosi tentang potensi alam daerah ini. hal tersebut mengakibatkan ketidaktahuan publik akan keindahan Danau Paniai yang begitu menawan hati.

Lantas mengapa Danau ini sedikit pengunjungnya? Bahkan, sama sekali tak ada pengunjung. Yang ada hanyalah tamu tamu dari pemerintah daerah kabupaten Paniai saat mereka datang sekaligus berkunjung ke tepian danau atau bukit menikmati panorama indahnya alam disekitar danau.

Akademisi Paniai. Yance Yeimo mengatakan, di daerah ini potensi wisata untuk menarik para wisatawan baik dari dalam dan luar negeri cukup banyak. Diantara Danau Paniai dan Danau Tage, LembahWeya yang nan hijau, sesekali dapat memberikankesegaran ketika memandanginya. Dan juga dapat berkunjung ke pulau kambing atau lebih dikenal dengan sebutannya pulau Mayageya, satu satunya pulau yang terdapat di danau Paniai ini.

“Ini merupakan salah satu potensi wisata terbesar yang dapat memberikan income yang cukup besar bagi daerah ini”. Jelasnya

Menurut Yance Yeimo, Danau Paniai memiliki potensi besar menjadi obyek wisata unggulan. Kawasan ini jika didukung dengan promosi yang masif, akan mendatangkan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.  Pemerintah Daerah bisa mengembangkan obyek ini, selain untuk  kesejahteraan rakyat, juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Danau Paniai bisa disandingkan dengan obyek wisata lain di Papua seperti Raja Ampat, Pegunungan Cartens  dan Danau Sentani.

Para nelayaan sedang mencari ikan di tepian danau bagiann barat Paniai

Dewan Adat setempat juga angkat bicara mengenai hal ini. John NR Gobai selaku Ketua menyebut, Wilayah Kabupaten Paniai mempunyai potensi objek wisata yang dapat di kembangkan untuk meningkatkan sektor perekonomian daerah. Potensi sumber daya tersebut meliputi wisata alam dan wisata budaya yang pada umumnya penangannya belum dikelola secara baik.

“Hal ini dikarenakan objek-objek wisata tersebut belum ditunjang oleh aksesibilitas yang memadai, promosi yang kurang, akomodasi yang terbatas serta pengalaman kurang dalam mengelola pariwisata”. ucapnya

Dikatakan, Selain objek wisata yang telah disebutkan diatas, di wilayah Kabupaten Paniai juga terdapat objek-objek wisata lain yang berpotensi untuk dikembangkan seperti lokasi-lokasi sumber air panas dan belerang.

Lanjut John, Objekwisata yang harus memperoleh perhatian adalah kawasan wisata yang belum dan sedang berkembang tetapi memiliki potensi yang sangat besar dalam menyumbang devisa, baik bagi pemerintah daerah maupun bagi pemerintah pusat. Untuk mendukung pengembangan kawasan pariwisata ini perlu dilakukan studi perencanaan secara detail sekaligus pengembangan prasarana dan sarana pendukungnya.

Penulis saat menikmati mentari pagi di pelabuhan Aikai. Terlihat di belakang pembuangan air danau Paniai di Waumakago kali Yawei

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Paniai. Yulianus Yogi, ada Permasalahan dan Peluang Pengembangan Wisata di daerah ini khususnya alam disekitar danau. Diakui, Hal ini dikarenakan objek-objek wisata tersebut belum ditunjang oleh aksebilitas yang memadai, promosi yang kurang, akomodasi yang terbatas serta pengalaman kurang dalam mengelola pariwisata.

“Pengembangan Pariwisata di daerah lebih kepada membangkitkan budaya lokal yang sering diikutkan dalam Festival Budaya dan Festival Seni Kreasi Papua yang biasanya tiap tahunnya di gelar oleh Pemprov melalui dinas Pariwisata.

Dikatakan, Kami memang tidak terlalu lirik kepada wisata Danau Paniai tapi, lebih kepada potensi potensi adat istiadat yang merupakan khasana budaya di daerah ini yang bisa ditingkatkan.

Yulius menambahkan, Arus wisatawan ke Kabupaten Paniai masih terbatas, hal ini dikarenakan sarana transportasi untuk menuju objek-objek wisata tersebut belum begitu baik hingga menncapai ke lokasi wisata tidak mudah. Hal lain karena objek-objek wisata yang ada tidak memiliki nilai spesifik dibandingkan dengan objek-objek wisata sejenis yang ada didaerah lain.

“Selain itu tidak diimbangi dengan potensi pariwisata denga sarana penduduknya sehingga membuat objek wisata yang seharusnya bisa menjadi konsumsi regional, Nasional dan Internasiona namun, hanya bisa dikonsumsi secara lokal”. Paparnya

Bupati Paniai, Hengky Kayame mengatakan bahwa untuk menjangkau 7 Distrik dari 10 distrik dan kampung – kampung yang  ada disekeliling Danau Paniai dan Danau Tage sedang dikerjakan jalannya untuk membuka akses Jalan Lingkar Danau, sehingga perekonomian Rakyat dapat cepat berkembang dengan baik dan lancar, disamping itu sektor pariwisata dapat dikembangkan, yang pada gilirannya tingkat kemahalan dapat ditekan dan akhirnya pendapatan masyarakat dapat ditingkatkan.

Bupati Paniai, Hengky Kayame melihat kondisi nyata di lapangan tentang lingkungan Danau Paniai menilai, perlunya dilakukan studi yang komprehensif dan pemetaan masalah guna mengatasi kondisi lingkungan danau yang kini sudah terkontaminasi dengan tumbuhan Eceng Gondok yang pada gilirannya sudah menghambat jalur pembuangan air danau melalui pendangkalan Sungai Yawei.

“Hal ini berdampak pada naiknya air danau pada saat musim hujan, dan apabila tidak segera ditangani akan mengakibatkan bencana bagi lingkungan danau. Harapan Bupati agar studi ini dapat segera ditangani oleh Kementerian/ Lembaga yang menjembataninya seperti Unit Percepatan Pembanunan Papua dan Papua Barat UP4B”. Jelasnya

Natan Pigai

 

Komentar